Biostatisktika
TOPIK HARI INI:
1. UJI “z”
2. UJI pair “t” test
kedua jenis uji statistik ini merupakan uji satu sample
karena uji satu sampel tanpa ada pembanding dari kelompok lain.
Maka perlu dicari pembanding yang lain yaitu: NILAI PARAMETER / STANDAR / NILAI TEORITIS, pembanding yang lain adalah NILAI SEBELUM DAN SESUDAH
KEDUA UJI STATISTIK INI BAIK DIGUNAKAN UNTUK MENENTUKAN EFEKTIFITAS / TINGKAT KEBERHASILAN SUATU TREATMENT ATAU PERLAKUAN YANG DIBERIKAN TERHADAPSUBJEK YANG DITELITI.
tips mengerjakan uji statistik:
1. buatlah hipotesis
2. alpha (derajat kesalahan)
3. tentukan DF=n_!
4. tentukan jenis uji statistik yang sesuai: tujuan uji (t), skala data (s), besar sample (b)
5. operasional rumus: diket, hasil perhitungan dikenal dengan nilai hitung
6. tentukan nilai tabel (lihat tabel statistik)
7. kesimpulan dengan membandingkan antara nilai hitung dan nilai tabel, jika nilai hitung (NH) > nilai tabel (NT) maka hipotesis ditolak
UJI “Z”
1. tujuan uji penelitian membedakan yang dibedakan antara nilai sample dengan parameter/standard
2. skala data: I/R
3. sample besar: yaitu n > 30
contoh soal:
seorang farmakolog menliti efektifitas vaksen ukuran keberhasilan vaksen dilihat jumlah titer antibodi, jika orang sehat titer antibodinya 10, dia mengambil sampel sebanyak 40,hasil pngukuran titer antibodi sebagai berikut:
12,15,20,21,17,18,19,25,26,19
pertanyaan: apakah vaksen tersebut dapat meningkatkan titer antibody?
Prosedur kerja:
1. Ho = tidak ada perbedaan titer antibodi antara sample dengan orang sehat/parameter
H1 = ada perbedaan titer antibodi antara sample dengan parameter
2. apha 5%
3. jenis uji sesuai = “Z”
4. operasional: pake kalkulator ketemu Zn = 6,92
cari Zn = rata-rata – nilai parameter (μ)
Standar error (Se)
Se = SD
√n
5. nilai tabel
6. kesimpulan
7. Nh…..Nt
8. 6,92 > 1,96 maka Ho DITOLAK: ada perbedaan antara sample dan parameter
KISI-KISI
1. TEORI SAMPLING
2. UJI Z